Jumat, 26 Juli 2013

Download Ebook Sejarah Tuhan _Karen Amstrong


Buku Sejarah Tuhan (History of God) adalah buku yang berisi tentang kajian lengkap bagaimana asal mula Tuhan dari sudut pandang orang Kristen, Yahudi dan Islam. Buku ini melacak sejarah persepsi dan pengalaman manusia tentang Tuhan sejak zaman Nabi Ibrahim hingga masa kini. Selain memerinci sejarah tiga agama monoteistik: Yahudi, Kristen, dan Islam, buku ini juga menampilkan tradisi Buddha, Hindu, dan Konfusius. Evolusi keyakinan manusia tentang Tuhan dilacak dari akar-akar kunonya di Timur Tengah hingga sekarang. 

Buku karangan Karen Amstrong ini diterbitkan pada tahun 1993. Karen Amstrong adalah seorang komentator masalah agama yang terkemuka asal Inggris. Melalui narasi yang gurih, ia mengajak kita menelusuri filsafat klasik dan mistisisme Abad Pertengahan hingga era Reformasi, Pencerahan, dan skeptisisme zaman modern. 
 
Berikut ini adalah daftar isi dalam buku Sejarah Tuhan:
Peta-Peta — 7
Pendahuluan — 17
1. Pada Mulanya ... — 27
2. Tuhan Yang Satu — 72
3. Cahaya bagi Kaum Non-Yahudi — 120
4. Trinitas: Tuhan Kristen — 155
5. Keesaan: Tuhan Islam — 186
6. Tuhan Para Filosof — 233
7. Tuhan Kaum Mistik — 281
8. Tuhan bagi Para Reformis — 339
9. Pencerahan — 382
10. Kematian Tuhan? — 446
11. Adakah Masa Depan bagi Tuhan? — 483
Glosarium — 511
Catatan-Catatan — 521
Lampiran — 537
Bacaan Lebih Lanjut — 543

Berikut beberapa cuplikan dari buku Sejarah Tuhan

Tuhan Yang Satu

Pada 742 SM, seorang anggota keluarga kerajaan Yehuda
mendapatkan penampakan Yahweh di Kuil yang dibangun
Raja Salomo di Yerusalem. Masa itu adalah saat-saat sulit
bagi bangsa Israel. Raja Uzia mangkat pada tahun itu dan digantikan
oleh putranya, Anas, yang memerintahkan warganya untuk menyembah
dewa-dewa pagan selain Yahweh. Kerajaan Israel di sebelah
utara berada dalam keadaan mendekati anarki: setelah kematian Raja
Yerobeam II, telah lima orang raja menduduki takhta dalam selang
antara 746 hingga 736 SM. Sementara itu, Tiglat-Pileser III, Raja
Asyur, bernafsu betul untuk merebut wilayah Israel, yang ingin dia
cakup ke dalam imperiumnya yang meluas. Pada 722, penggantinya,
Raja Sargon II berhasil menaklukkan kerajaan utara dan mengusir
penduduknya: sepuluh suku di utara Israel dipaksa berasimilasi dan
lenyap dari sejarah, sedangkan Kerajaan Yehuda yang kecil sibuk
mempertahankan diri.

Ketika Yesaya berdoa di Kuil tak lama setelah wafatnya Raja
Uzia, dia barangkali juga tengah dilanda perasaan gundah; pada saat
yang sama dia mungkin juga secara tidak nyaman menyadari ketidaklayakan
upacara Kuil yang mewah. Meskipun Yesaya merupakan
bagian dari kelas penguasa, dia memiliki pandangan demokratis dan
populis serta sangat peka terhadap nasib kaum miskin. Tatkala semerbak
dupa menyebar di depan Bait Suci dan darah binatang kurban membasahi tempat itu, Yesaya mungkin mencemaskan bahwa agama
Israel telah kehilangan integritas dan makna batinnya.
Tiba-tiba dia merasa melihat Yahweh tengah menduduki singgasananya
di langit tepat di atas Kuil, yang merupakan replika istana
langitnya di bumi. Ujung jubah Yahweh memenuhi tempat suci itu
dan dia dikawal dua serafim yang menutupi wajah dengan sayapsayap
mereka. Mereka berteriak satu sama lain: "Kudus, kudus, kuduslah
TUHAN semesta alam [Yahweh Sabaoth]. Seluruh bumi penuh
kemuliaannya!"1 Ketika suara keduanya menggema, seluruh Kuil
bergetar dan dipenuhi asap tebal, mengelilingi Yahweh dengan kabut
tak tertembus, mirip awan dan asap yang menyembunyikannya dari
pandangan Musa di Gunung Sinai. Ketika kita menggunakan kata
"kudus" pada masa sekarang, biasanya kita merujukkan artinya kepada
suatu keadaan keunggulan moral. Namun, kata bahasa Ibrani kaddosh
tidak ada kaitannya dengan moralitas semacam itu melainkan berarti
"keberbedaan", sebuah keterpisahan radikal. Kemunculan Yahweh
yang tiba-tiba di Gunung Sinai telah membentuk jurang pemisah
yang sekonyong-konyong membentang antara manusia dan alam
suci. Kini serafim itu berseru, "Yahweh itu berbeda! Berbeda! Berbeda!"
Yesaya telah mengalami perasaan numinous yang pada waktu
tertentu menghinggapi manusia dan memenuhi mereka dengan kekaguman
serta kegentaran.

Dalam karya klasiknya, The Idea of the Holy, Rudolf Otto melukiskan
pengalaman tentang realitas transenden yang mencekam ini
sebagai mysterium terribile et fascinans. Pengalaman itu terribile
karena biasanya muncul sebagai kejutan dahsyat yang memutuskan
kita dari kenormalan yang menyejukkan dan fascinans karena, anehnya,
ia menyimpan pesona yang tak tertahankan. Tak ada yang rasional
di dalam pengalaman luar biasa ini, yang oleh Otto diperbandingkan
dengan musik atau erotika: emosi yang ditimbulkannya tidak
bisa secara memadai diungkapkan dalam kata-kata maupun konsep.
Sesungguhnya, perasaan tentang sesuatu yang Sepenuhnya Berbeda
ini bahkan tidak dapat dikatakan "ada" karena ia tidak memiliki tempat
di dalam skema realitas kita yang normal.2 Konsep baru tentang
Yahweh pada Zaman Kapak memang masih sebagai "dewa para
tentara" (sabaoth), tetapi tidak lagi semata-mata menjadi dewa perang.
Tidak pula sebagai tuhan kesukuan, yang dengan bergairah mencurahkan
seluruh kasihnya kepada Israel: kemuliaannya tidak lagi terbatas
pada Tanah yang Dijanjikan, tetapi telah melingkupi seluruh bumi.
...

Bagi Anda yang merasa tertarik dan ingin membacanya lebih lanjut dapat mendownload file ebook pdf Sejarah Tuhan. Untuk Download Buku Sejarah Tuhan klik gambar di bawah ini.
Sejarah Tuhan_Keren Amstrong bagian 1.pdf    
 
Sejarah Tuhan_Keren Amstrong bagian 2.pdf    
 
Anda akan dialihkan ke halaman Adf.ly, tunggu 5 detik kemudian klik Skip Ad dan Anda akan segera menuju ke halaman download.
Terima kasih atas kunjungannya..^^