Monday, January 27, 2014

Pengaruh BPJS terhadap Biaya Kemoterapi

Ohayoo, minna-san..

Sekarang saya akan share lagi tentang pengalaman kemoterapiyang harus dijalani ibu saya. Tapi postingan kali ini lebih mengacu kepada biaya kemoterapi, karena sebelumnya saya browsing” ndak nemu tulisan yang menyuguhkan tentang kejelasan biaya kemoterapi. Jadi mungkin tulisan saya dapat dijadikan referensi bagi readers yang ingin menetahui biaya pengobatan kemoterapi. Apalagi sekarang lagi gempar-gemparnya BPJS yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2014 yang mempengaruhi harga pengobatan.

Sebelumnya saya ingin menginformasikan dulu kalau ibu saya menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi Surakarta, Jawa Tengah. Jadi mungkin saja ada perbedaan harga dengan rumah sakit yang lain. Untuk kemo, ibu saya harus opname di rumah sakit, jadi biaya yang dibayar bukan hanya obat kemoterapi tapi akumulasi dari seluruh biaya perawatan dan kamar di rumah sakit. Selain itu keluarga saya menggunakan askes PNS, jadi misal golongannya 4 maka rawat inapnya di paviliun cendana ruang VIP B gratis, jika golongan 3 maka ruangnya kelas 1.

Pada tanggal 20 Januari 2014 kemarin ibu saya berangkat ke Solo untuk menjalani kemo ke 6, atau bisa dibilang kemo terakhir. Tapi saat saya duduk di ruang tunggu saya mendengar desas-desus bahwa ada seorang pasien yang akan menjalani kemo terpaksa batal karena diberitahukan bahwa sejak diberlakukannya BPJS ini biaya kemoterapi menjadi mahal. Biasanya dia menjalani kemo yang seharga 20 juta hanya membayar sekitar 4 juta, namun kali ini dia harus membayar 15 juta karena BPJS hanya memotong 5juta. Berita tersebut langsung membuat saya tersentak sebagai anggota keluarga yang akan menjalani kemoterapi. Sayangnya saat kami ingin mengorek informasi lebih lanjut, penyebar berita tidak tahu secara pasti karena dia hanya mendengarnya sekilas saja.

Memang ada perbedaan perlakuan setelah BPJS di aplikasikan dalam rumah sakit. Contohnya saat mangambil resep obat, tiba-tiba pihak keluarga disuruh untuk datang ke apotek rumah sakit dan menandatangani persetujuan harga obat. Saat itu obat kemoterapi ibu saya mencapai angka 17 juta. Perbedaan lainnya adalah kit tidak bisa mengetahui perkiraan bayar pengobatan. Biasanya saat pengobatan masih berlangsung kita dapat bertanya kepada suster atau bagian kasir mengenai perkiraan harga, tapi sekarang mereka tidak tahu berapa pembayaran maupun jaminannya. Katanya biaya dapat diketahui setelah pasien diperbolehkan pulang, kemudian mengenai harga, pihak BPJS akan berunding mengenai total potongan.Hal seperti ini tentunya membuat anggota keluarga pasien cemas karena tidak dapat mempersiapkan berapa uang yang harus dibayarkan.

Untuk yang biaya kemo sebelum ada BPJS memang berbeda. Saya ambil contoh kemo ke 2 total biayanya adalah 4.500.000 tapi mendapat jaminan 2.100.000, jadi kami hanya membayar 1.900.000. Jadi obatnya gratis karena masuk askes, kami hanya membayar biaya perawatan dan ruang serta obat-obat lainnya. Harga obat kemoterapi pada 3 kemo pertama adalah 1,5 juta, sedangkan harga 3 obat kemo terakhir adalah 15 juta.


Oke langsung saja, akan saya perlihatkan rincian biayanya. Gambar berikut adalah biaya kemoterapi ke 5 yang masih menggunkana askes dan biaya kemo ke 6 yang menggunakan BPJS. Dalam hal obat dan perawatan keduanya sama.

kemo ke  5 (Askes)

kemo ke 6 (BPJS)

Jadi kesimpulannya adalah BPJS memberi potongan biaya lebih banyak daripada Askes yang kami pakai sebelumnya. Bahkan banyak pengguna BPJS yang mendapatkan bukti pembayaran 0. Artinya banyak pasien yang mendapat perawatan gratis... Saat saya membayar biaya pengobatan ibu saya, saya mendapati 5 pasien yang akunnya tertulis harus membayar Rp. 0,-

Baiklah, saya rasa sekian pengalaman yang saya ketahui tentang biaya kemoterapi, baca juga pengalaman saya tentang kemoterapi.  Semoga info yang saya bagikan dapat berguna bagi pembaca. 
Sankyu..