Saturday, January 25, 2014

Cerita tentang Kemoterapi

Kamar VIP A Rs.Moewardi
 Kali ini saya akan share pengalaman yang saya lalui tentang kemoterapi. Bukan saya yang harus menjalani kemo, melainkan ibu saya. Dia harus menjalani kemoterapi selama 6 kali dalam waktu 6 bulan. Jadi tiap bulan harus menjalani kemo, selisih waktu setiap kemo adalah 21 hari (3 minggu). Kemoterapi sendiri adalah sebuah pengobatan dengan cara dimasukkanya obat kimia ke dalam tubuh melalui infus, obat atau suntik, hal ini merupakan prosedur yang harus dilalui oleh penderita kanker. Menurut dokter ibu saya, ada tiga cara pengobatan kanker, yaitu operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Biasanya penderita kanker menjalani kemoterapi sampai waktu yang ditentukan, baru setelah itu menjalani radioterapi yang menurut suster paling sedikit 25 kali.

Dalam kasus ini sebenarnya ibu saya terkena tumor rongga hidung. Namun karena tumornya ganas jadi para ahli menyebutnya kanker. Setelah itu kami sekeluarga harus bolak balik rumah sakit untuk menjalani pengobatan yang disebut kemoterapi. Namun kemoterapi tidak dapat langsung dilaksanakan, kita harus melihat hasil tes darah dulu. Dari situ dapat kita ketahui bebepara poin yang dipakai untuk mempertimbangkan apakah penderita akan segera di kemo atau menunggu lagi. Beberapa poin dalam darah yang dapat dilihat dari hasil tes adalah pemeriksaan hematologi yang terdiri dari hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit,eritrosit. Lalu dari pemeriksaan kimia klinik ada hlukosa darah sewaktu, SGOT, SGPT, albumin, creatinine, ureum dan dari pemeriksaan elekrtolit ada natrium darah, kalium darah, calsium ion.

Setelah bolak balik rumah sakit sekitar satu minggu, barulah kemo boleh dilaksanakan. Kebetulan ibu saya memilih untuk kemo di rumah sakit umum dr.moewardi solo. Kemo pertama berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama, karena belum bertemu dokter maka ibu hanya diberi infus biasa. Kemudian pada hari kedua setelah dokter masuk dan memeriksa, kemo pun dimulai. Kemo ini dilaksanakan dengan cara dimasukkannya bahan kimia lewat infus, hampir seperti infus biasa tapi jenis obatnya beragam. Waktu kemo pertama ada 3 botol infus dengan ukuran kecil yang ditutup dengan plastik hitam, karena jika infus dilihat terlalu lama maka akan terasa perih di mata. Lalu setiap infus obat kemo selalu disisipi oleh infus biasa dengan dosis tertentu. Setelah obat kemo selesai dilanjut dengan infus lagi, kebanyakan perawat menyebutnya digrojog.

Namun setelah berlangsung benerapa waktu, tumor ibu saya tummbuh lagi. Jadi kita harus mengikuti prosedur kemo yaitu dilaksanakan selama 6 kali. Kata dokter, ada 2 paket. Yang paket pertama ada 3 kemo dengan 3 jenis infus, kemudian 3 kemo berikutnya obat bervariasi. 

Mengenai obat kemo, pada 3 kemo pertama obatnya masih infus ringan, karena harga obatnya sekitar 4 juta-an. Tapi pada 3 kemo berikutnya (kemo ke 4,5,6) harga obatnya mencapai belasan juta, bahkan yang terakhir sampai 21 juta. Untuk obat kemo yang ke 6 ada Haloxan 6500mg, Uromitexan 700mg, Cyclotafamid 100mg, Doxonbisin 80mg, Vinistin 1,8 mg. Mungkin ada kesalahan dalam penulisan obat karena tulisan dokter memang sulit dibaca, hehe.

Mengenai harga kemoterapi, karena keluarga saya pake
askes maka biaya yang dibayar dapat dibilang dapat dijangkau. Biasanya bervariasi, pada 3 kemo pertama berkisar sekitar 2 juta. Sedangkan 3 kemo selanjutnya sekitar 4 juta-an. 


obat kemo