Thursday, June 8, 2017

Pengalaman Mengikuti Training di PT. Vads Yogyakarta


Hai guys, kali ini I’ll share my experience of recruitment and training process of PT. Vads. PT. Vads adalah perusahaan outsourcing yang bergerak di bidang call center. Tau kan call center yg tugasnya nerima telpon (complaint) customer. Tugas kita tentu saja membantu customer dan menyelesaikan masalah mereka. Perusahaan ini bekerja sama dengan beberapa perusahaan antara lain provider (XL,dll), e-commerce (Elevenia,dll), dan perusahaan dibidang lainnya. Salah satu partner bisnisnya adalah perusahaan Telekom Malaysia, kalo kami menyingkatnya dengan nama TM 100, maksudnya TM adalah Telekom Malaysia dan 100 adalah nomor yang diketik oleh customer ketika mereka ingin menghubungi call center TM.


Oke, Aku mulai dari proses rekrutmen dulu. Karena background saya di Bahasa Inggris, saya mendaftar untuk menjadi call center TM. Pertama saya tahu PT. Vads dari teman saya yang mengajk saya untuk melamar pekerjaan disitu, dan kami pun sepakat untuk mendaftar di hari yang sama agar mendapat jadwal panggilan di hari yang sama pula. Waktu itu hari Senin sekitar jam 8 saya mendaftar secara online di websitenya. Disitu tertulis untuk mendaftar juga lewat email, maka setelah mendaftar di website saya menyiapkan CV dll untuk dikirim ke emailnya. Belum sempat saya klik kirim, saya sudah mendapat telpon dari Vads yang menyatakan undangan untuk proses seleksi. Beliau mengingkan saya untuk mengikuti seleksi di Jogja secepatnya, saya pun meminta agar proses seleksi dilaksanakan Hari Rabu, dan beliau menyanggupi. Baliau sempat berpesan untuk menyebarkan lowongan kerja ke banyak orang karena perusahaan sedang membutuhkan orang sebanyak-banyaknya—waktu itu.

Pada hari rabu, sesuai undangan kami datang ke kantor PT. Vads yang berada di Jl. Laksda Adisucipta (depan gerbang kampus UIN) sebelum pukul 8. Kami harus berjalan menyusuri tangga ke lantai 4 (karena lift mati) dengan proses seleksi walk in interview. Ada sekitar 10 orang pada saat kami sampai disana, dan tidak semuanya mendaftar untuk project TM. Jadi proses seleksi berlangsung untuk Bahasa Indonesia (XL), E-commerce (Elevenia), dan Bahasa Inggris (Telekom Malaysia).

Setelah mengisi form data diri, kami dipersilahkan masuk di ruangan komputer dan diberikan penjelasan mengenai gambaran pekerjaan oleh Mbak Wulan. Hampir semuanya memiliki pekerjaan yang sama yaitu menerima telepon customer, bedanya ada shif jam kerja dan gaji. Gajinya berbeda karena perusahaannya pun berbeda. Untuk Bahasa Inggris jam kerja 9 jam 5 hari kerja dan tidak ada shift malam. Paling malam untuk yang Bahasa Inggris adalah jam 9 malam, sedangkan untuk yang lain shift bisa kapan saja 24 jam. Untuk gajinya, call center Inggris yang paling besar diantara yang lain, keahlian berbahasa inggris diperlukan disini.
Tes seleksi PT Vads untuk project TM
1. Kecepatan Mengetik
Semua pelamar (Inggris, Indonesia, E-commerce) disuruh mengetik di teks yang tersedia dalam aplikasi sesuai dengan pengaturan bahasa masing-masing. Yang dinilai adalah kecepatan dan keakuratan dalam mengetik. Kalo ini menurut saya practice makes perfect, soalnya kalo orang sudah biasa mengetik pasti bisa lolos dengan mudah. Untuk mereka yang belum bisa mengetik dengan cepat sesuai batas nilai, diberi kesempatan untuk mengulang selama 3 kali. Setau saya dalam tahap ini semuanya lulus walaupun harus mengulang sampai tiga kali.
2.  Interview dengan HRD
Kami kemudian dikumpulkan berdasarkan lamaran. Angkatan saya dulu ada 5 orang yang mendaftar sebagai call center TM dan kami dibawa ke suatu ruangan. Kami ditanyai satu per satu untuk perkenalan diri dan motivasi kami untuk bergabung di PT. Vads ini. Selanjutnya kami dibagi 2 kelompok masing-masing ada 2 dan 3 orang untuk berdebat pro dan kontra suatu isu. Saat itu kami harus berdebat pro dan kontra tentang Ahok yang dianggap menistakan agama. Seletah semuanya cukup menghangat, HRD pun menghentikan kami dan memberikan kami tips dan arahan. Tentunya semua percakapak tadi menggunakan Bahasa Inggris, tapi masih toleransi pake Bahasa Indonesia juga. Selain itu kita juga ditanyai seputar pengetahuan kita tentang IT, misalnya kepanjangan singkatan USB, apa perbedaan internet dan ethernet, modem dll.
3. Tes TOEFL
Setelah kita menunggu kita disuruh mengerjakan soal TOEFL (tapi sebenarnya TOEIC), dan waktu itu kita tidak diawasi, bahkan soal listening kami sendiri yang harus mengatur play nya. Jadi tidak ada batas waktu pengerjaan. Tapi saat jam istirahat 12-1 kita disuruh istirahat untuk makan siang dulu soalnya nanti tesnya sampai sore.
4. Psikotest
Setelah menunggu cukup lama setelah selesai mengerjakan TOEFL, kami disuruh mengerjakan soal psikotest, antara lain krapelin, mengurutkan gambar, pola, dll. Menurut saya tidak terlalu sulit sih, yang penting saat mengerjakan krapelin kita stabil.
5. Interview Manager
Kami berlima dibagi 2 lagi, 3 orang dan 2 orang masuk ke ruangan berbeda untuk diwawancarai oleh 2 orang interviewer. Semuanya full english dengan pertanyaan seputar diri kita, motivasi, kesehatan kita, seputar IT dan kita juga disuruh diskusi. Kita dilihat dari kemampuan bahasa inggris dan juga logatnya.

Setelah selesai semua tes, sekitar jam 3.30, kita disuruh menunggu oleh HRD, dan ternyata langsung diumumkan sore itu juga bahwa kami 4 orang lolos dan salah satu dari kami dinyatakan tidak lolos karena bahasa inggrisnya kurang bagus. Tapi HRD bilang kalau itu tidak menutup kemungkinan baginya untuk mengikuti proses seleksi lagi setelah meningkatkan Bahasa Inggrisnya. Bagi kami yang lolos harus menunggu sekitar 2 minggu untuk panggilan mulai training yang akan berlangsung selama 28 hari.

Selama 2 minggu kita menunggu tapi tak ada kabar dari Vads, dan akhirnya setelah 3 minggu barulah kami mendapat jadwal untuk mulai training di Jogja. Kantor TM ada di lantai 2, termasuk kami anak training juga mengikuti proses training disana. Pada dasarnya training mempersiapkan kita membantu customer yang mengalami masalah dengan telepon atau internet mereka, jadi kita harus mempelajari ilmu tentang teknik cara kerja telepon dan modemnya TM.
Hari pertama kami masih santai mempelajari budaya Malaysia, Bahasa Malaysia dan banyak hal tentang Telekom Malaysia. Pada hari berikutnya kita belajar cara menjawab panggilan telepon yang tentu semuanya ada SOPnya. Dan semakin hari kita mempelajari bidang teknis telepon dan modem dari exchange sampai ke rumah customer. Mungkin sedikit berat bagi lulusan non-IT, tapi kita semua memiliki troubleshooting step. Jadi setiap masalah customer bisa kita akses di website TM dan cari tahu bagaimana solusi untuk menyelesaikannya, dan tentunya kita harus memandu customer berdasarkan langkah-langkah tersebut.


Setiap angkatan suatu batch terdiri kurang dari 25 orang. Kebanyakan berasal dari jurusan Inggris, but it doesn’t gruarantee our English skill, so most of them can speak English well. I really miss the class n all them :’D